Listrik sudah menjadi sumber daya utama bagi kehidupan manusia. Berbagai bidang telah menggunakan energi listrik sebagai sumber penggerak roda kehidupan. Oleh karena itu, panel ATS genset bisa menjadi solusi kelancaran suplai listrik. Kebutuhan akan energi listrik sudah merupakan sebagian dari kehidupan manusia di saat ini. Oleh karena itulah pengelolaan sumber daya listrik menjadi hal yang sangat penting untuk semua industri, bisnis, maupun personal.
Berbagai macam industri seperti rumah sakit, pabrik, gedung pertokoan, pasar modern sampai dengan gedung pemerintahan membutuhkan suplai daya listrik yang stabil dan kontinyu. Dan seperti yang telah kita pahami, bahwa suplai listrik utama sekarang diselenggarakan oleh PLN sebagai penyedia tunggal. Tidak bisa dipungkiri, dalam penyaluran listrik dari sistem pembangkit milik PLN menuju konsumen, seringkali terkendala berbagai masalah. Mulai dari masalah di sistem pembangkit daya samapi dengan masalah distribusi. Sehingga seringkali listrik di tingkat konsumen menjadi tidak stabil, bahkan kadang terjadi pemadaman listrik (blackout).
Untuk menjaga kontinyuitas suplai listrik ini, biasanya pihak industri dan bisnis menggunakan generator (genset) pembangkit listrik cadangan. Genset inilah yang akan menggantikan suplai listrik dari PLN bila terjadi gangguan. Berbagai macam genset telah banyak tersedia dipasaran, dengan berbagai besaran daya, jumlah fasa dan berbagai fitur yang disediakan pabrikan genset. Sehingga konsumen tinggal menyesuaikan kapasitas genset dengan kebutuhan suplai daya listrik.
Disinilah peran penting panel ATS genset untuk kontinyuitas suplai daya listrik. Panel ATS (Automatic Transfer Switch) berfungsi sebagai sistem pemindah suplai listrik, dari suplai utama (mains) yaitu PLN menjadi suplai listrik cadangan dari genset. Ini berlangsung ketika terjadi gangguan pada suplai utama, misalkan terjadi pemadaman. Ketika suplai listrik utama kembali normal, maka kerja panel ATS akan berfungsi kebalikan, yaitu memindah suplai listrik dari genset ke suplai utama (PLN).
Cara kerja panel ATS
Bila digambarkan dalam skematik diagram, cara kerja panel ATS adalah sebagai berikut :
- Terjadi gangguan suplai listrik utama (PLN)
- Modul sensor panel ATS membuka (open) jalur suplai listrik utama menuju beban
- Modul kendali memberi perintah pada panel AMF untuk menghidupkan genset
- Modul AMF memberi sinyal pada panel ATS bahwa genset sudah hidup dan siap mengalirkan suplai listrik
- Modul panel ATS menutup (close) jalur suplai listrik dari genset menuju beban utama
- Beban kembali mendapatkan suplai listrik
(ilustrasi SLD panel ats genset)
Dan bila suplai listrik utama telah kembali normal, maka panel ATS akan kembali menggunakan daya listrik utama tersebut. Adapun langkahnya adalah kebalikan dari langkah yang telah diuraikan diatas.
Untuk diketahui, proses pemindahan yang dijelaskan diatas tentunya berlangsung dalam orde detik saja. Walau demikian, untuk beberapa sistem panel ATS tertentu, proses pemindahan tersebut bisa berlangsung lebih lama. Hal ini tergantung dari beban yang dikendalikan oleh panel ATS tersebut. Misalkan, untuk beban listrik elevator, tentu proses pemindahan daya listrik akan memiliki jeda cukup lama, karena terkait dengan karakteristik motor elevator tersebut.
Modul pemindahan daya panel ATS genset
Dalam pemilihan mekanisme pemindahan daya listrik pada panel ATS genset, dikenal beberapa modul yang sering dipakai dalam manufaktur panel ATS. Setiap modul tersebut tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dan tentu aplikasi nya berbeda untuk setiap jenis panel ATS genset.
- Modul pemindah daya kontaktor
Modul kontaktor merupakan modul paling umum dipakai pada panel ATS genset. Jenis ini memiliki harga paling terjangkau, sehingga sering diaplikasikan untuk model panel yang tidak membutuhkan tingkat reliabilitas yang tinggi. Kontaktor terdiri atas saklar dua arah (double-throw switch) dimana masing-masing terkait pada suplai daya utama dan suplai daya cadangan.
(ilustrasi kontaktor)
kelebihan modul kontaktor
1. Mendukung mekanisme transisi open-delayed, open in-phase dan closed transition.
2. Paling ekonomis dari segi harga
kekurangan modul kontaktor
1. Tidak dilengkapi sistem proteksi lonjakan arus (overcurrent)
2. Rating arus listrik yang mampu dilewatkan paling kecil dibanding jenis modul lain - Modul pemindah daya saklar Molded case
Merupakan mekanisme saklar (switching) integral yang dibuat dalam kesatuan. Casingnya terbuat dari bahan insulator. Bila digunakan dalam sebuah sistem panel ATS genset, biasanya terdapat dua buah saklar molded case yang dioperasikan secara bepautan yang tergandeng-mekanis (mechanical linkage interlock). Modul saklar jenis ini telah dilengkapi dengan sistem proteksi lonjakan arus (overcurrent).
(ilustrasi saklar molded case)
kelebihan modul Molded case switch
1. Telah dilengkapi mekanisme perlindungan terhadap lonjakan arus berlebih pada rangkaian.
2. Mekanisme pemindahan suplai daya dapat diatur sehingga ketika terjadi lonjakan arus, sistem akan menunda proses tranfer otomatis dari pemindahan suplai listrik sampai arus menjadi stabil (steady state).
3. Dapat dioperasikan secara manual untuk pemindahan jalur suplai daya listrik.kekurangan modul Molded case switch
1. Memiliki biaya pengadaan lebih mahal dibanding dengan tipe kontaktor
2. Belum mendukung sistem pemindahan daya mode transisi tertutup (make-before-break transition) - Modul pemindah daya saklar Power case
Modul saklar Power case memiliki dimensi lebih besar dan juga memiliki kecepatan pemindahan jalur aktif yang lebih cepat. Modul ini juga mampu menangani arus sampai dengan 5 kA. Memiliki sistem penyimpanan daya 2-langkah, modul tipe ini mampu dioperasikan secara mekanis (manual atau motor) serta elektris (dengan sinyal kendali). Tipe ini sangat baik dalam menangani lonjakan arus yang tinggi dari sistem pemindahan daya mode transisi tertutup.

kelebihan modul Power case switch
1. Dapat dipasangkan dengan unit pemutus arus (breaker) tipe lain dan membentuk mekanisme sistem kendali untuk arus berlebih (overcurrent), sensor kesalahan pentanahan (ground fault) serta sistem diagnostik.
2. Memiliki rating menangani lonjakan arus yang paling baik.
3. Kecepatan pemindahan antar sumber listrik mode in-phase yang paling baik.kekurangan modul Power case switch
1. Memiliki dimensi cukup besar dan menggunakan ruang yang besar di dalam panel
2. Harga paling mahal diantara modul sebelumnya
Setelah mengetahui beberapa tipe modul pemindahan daya panel ATS genset, maka bisa didapat gambaran tentang jenis modul yang sesuai untuk berbagai kebutuhan spesifik. Tapi tentu saja sebuah panel ATS genset tidak hanya memiliki sebuah modul saja. Ada beberapa modul lain yang dirangkai dengan modul pemindah daya, sehingga menghasilkan panel ATS genset yang utuh.
Memilih vendor manufaktur panel ATS genset
Untuk Anda yang membutuhkan panel ATS genset, kami dari CV. Suluh Berkembang memiliki portofolio perusahaan manufaktur panel ATS genset. Anda bisa langsung menghubungi CV. Suluh Berkembang untuk semua kebutuhan panel ATS genset Anda. Team expert kami akan membantu Anda dari mulai merencanakan, manufaktur sampai dengan pemasangan panel ATS genset di site Anda.
CV. Suluh Berkembang telah mengerjakan berbagai project pembuatan panel ATS genset di berbagai instansi, baik swasta maupun pemerintahan, serta berbagai jenis industri. Silakan langsung menghubungi CV. Suluh Berkembang untuk info lebih lengkap. Gratis konsultasi via telpon, whatsapp maupun email.
CV Suluh Berkembang
Main Office :
Jl. Klipang Raya, Ruko KPA Regency No. 19
Semarang Jawa Tengah
HP / WhatsApp :
0877-3638-4565



